Senin, 20 Februari 2017

Setelah kepergianmu.

       Akhir-akhir ini duniaku berisi padahal aku sangat menyadari bahwa aku sedang sendiri. Entahlah, semenjak kepergianmu aku terus mencoba mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Ternyata benar menggantikan seseorang dengan orang baru dihati yang sedang hancur adalah sebuah pilihan yang tidak signifikan. Sabarlah untuk beberapa waktu, bagaimana pun hatimu hanya butuh istirahat. Tidak perlu kau menghabiskan waktu dengan mengurung diri didalam kamar itu hanya membuat hatimu semakin hancur dan otakmu akan bekerja lebih dari biasanya. Jangan terlalu memaksakan diri untuk berpikir tentang apa yang terjadi, nikmati saja sebab patah hati hanya diberikan pada orang-orang yang mahir mencintai. Tuhan tidak mungkin membiarkanmu menyayangi anak manusia yang tak pandai menghargai apalagi mencintai itulah alasan mengapa tuhan mematahkan hatimu. Tenanglah badai pasti berlalu, sehebat dan sekuat apapun dirimu jika dia tidak menginginkanmu kau akan tetap kalah.
          Kau harus berubah menjadi lebih baik bukan menjadi lebih cantik sebab cantik bukanlah syarat untuk dicintai. Ketika kau memaksakan diri untuk menjadi yang dia inginkan, kelak jika penyamaranmu pudar dia tak lagi menginginkanmu dan kau dengan mudah akan dihapus dari ingatan yang paling lekat sekalipun. Terima saja kekalahanmu, percayalah suatu hari nanti ketika kau sudah menata seluruh jagat rayamu seseorang yang jagat rayanya pun sudah tertata akan datang tanpa kau mengharapkannya.
          Kini biarlah aku sendiri menata segala hal dengan penuh hati-hati. Menyembuhkan hati yang sedang patah, mematahkan harapan yang masih singgah, menyinggahi orang-orang terdekat dan merelakan kisah ini mati tanpa meninggalkan seberkas ingatan. Tapi aku paham betul ingatan tidak pernah bisa dipaksa pergi. Lain dengan perasaan, aku akan mengubah perasaanku sesulit apapun itu aku yakin aku bisa melewati ini semua. Karna hidup memang harus terus dilanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar