Kamis, 02 Maret 2017

Aku

    Aku adalah setumpukan ego yang merasa berhak memilikimu, merasa akulah orang satu-satunya yang sangat signifikan untukmu, merasa bahwa bisa memanifestasikan segala keinginanmu; mendaki gunung yang dapat terlihat dasarnya, menjelajah hutan tak berpenghuni, menggapai impian dan cita-citamu. Aku pun merasa sangat bisa mengonsolidasikan hubungan yang akan kita jalani bahkan aku mungkin perempuan yang paling mendengankanmu mengaduh kesakitan dan harap-harap cemas menunggumu.
    Namun sayangnya itu semua hanya digariskan untuk prasangka, perasaan dan khayalan. Sebagaimana pun hati ini mengadu rasa padamu jika kamu memang tidak ditakdirkan untukku apalah artinya menunggu? Sebagai perempuan, aku hanya bisa berspekulasi tentang bagaimana kamu melihatku sekarang. Aku sadar betul terlalu banyak disparitas antara aku dengan perempuan yang kamu jadikan pilihan. Aku senang akhirnya kamu menemukan perempuan yang sehobi denganmu.
   Maaf untuk beberapa hal yang belum bisa aku kabulkan. Aku pernah mencoba menyukai apa yang kau sukai; gunung, tebing, laut, hutan, alam. Namun tetap saja aku tidak pernah bisa menyukainya. Aku kali ini mengerti ternyata bukan cinta namanya jika kita harus memaksakan diri atau dipaksa menyukai apa yang disukai oleh orang yang kita cintai. Cinta itu soal aku dan seluruhku, kamu dan seluruhmu. Lalu kita adalah jawaban yang tidak lebih dan tidak kurang.
[Aprl. 24 feb; Sepulang praktik renang disekolah]

Minggu, 26 Februari 2017

Enggan

 Setelah beberapa waktu bergulung dengan urusan hati kali ini aku enggan bengkongsi perihal hati. Bukan lelah mencari atau tak menemukan pengganti namun aku hanya ingin rehat untuk beberapa waktu. Aku igin benar-benar sembuh dan tidak lagi terimplikasi dengab luka lama.
    Sebenarnya aku dan petualangku yang hilang adalah puing-puing kesenangan. Mungkin aku yang salah telah membuatnya berpikir bahwa aku tak menyayanginya dengan baik. Mengabaikannya yang berusaha membujukku untuk kembali diwaktu yang sama ketika aku memutuskan pergi. Tahan dulu dikalimat ini, aku memutuskan pergi? Iya, lalu mengapa aku yang terluka? Bagaimana bisa yang meninggalkan merasa kehilangan? Dan mengapa malah hanya aku yang paling merindu?
 Andai kata aku sanggup merekontruksi relasi kita. Takkan ku biarkan siapapun memorak porandakan apa yang sudah aku bangun. Namun untuk apa aku pikirkan lagi? Karna jika dia adalah takdirku, dia akan kembali kapanpun tuhan menginginkannya.
[Aprl. 26 feb; Setelah bangun tidur sambil rindu]

Senin, 20 Februari 2017

Setelah kepergianmu.

       Akhir-akhir ini duniaku berisi padahal aku sangat menyadari bahwa aku sedang sendiri. Entahlah, semenjak kepergianmu aku terus mencoba mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Ternyata benar menggantikan seseorang dengan orang baru dihati yang sedang hancur adalah sebuah pilihan yang tidak signifikan. Sabarlah untuk beberapa waktu, bagaimana pun hatimu hanya butuh istirahat. Tidak perlu kau menghabiskan waktu dengan mengurung diri didalam kamar itu hanya membuat hatimu semakin hancur dan otakmu akan bekerja lebih dari biasanya. Jangan terlalu memaksakan diri untuk berpikir tentang apa yang terjadi, nikmati saja sebab patah hati hanya diberikan pada orang-orang yang mahir mencintai. Tuhan tidak mungkin membiarkanmu menyayangi anak manusia yang tak pandai menghargai apalagi mencintai itulah alasan mengapa tuhan mematahkan hatimu. Tenanglah badai pasti berlalu, sehebat dan sekuat apapun dirimu jika dia tidak menginginkanmu kau akan tetap kalah.
          Kau harus berubah menjadi lebih baik bukan menjadi lebih cantik sebab cantik bukanlah syarat untuk dicintai. Ketika kau memaksakan diri untuk menjadi yang dia inginkan, kelak jika penyamaranmu pudar dia tak lagi menginginkanmu dan kau dengan mudah akan dihapus dari ingatan yang paling lekat sekalipun. Terima saja kekalahanmu, percayalah suatu hari nanti ketika kau sudah menata seluruh jagat rayamu seseorang yang jagat rayanya pun sudah tertata akan datang tanpa kau mengharapkannya.
          Kini biarlah aku sendiri menata segala hal dengan penuh hati-hati. Menyembuhkan hati yang sedang patah, mematahkan harapan yang masih singgah, menyinggahi orang-orang terdekat dan merelakan kisah ini mati tanpa meninggalkan seberkas ingatan. Tapi aku paham betul ingatan tidak pernah bisa dipaksa pergi. Lain dengan perasaan, aku akan mengubah perasaanku sesulit apapun itu aku yakin aku bisa melewati ini semua. Karna hidup memang harus terus dilanjut.